Kamis, 11 Agustus 2016

RLPP SEBAGAI INDIKATOR DISLIPIDEMIA

Gaya hidup tak sehat seperti diet tinggi karbohidrat dan lemak jenuh, kurang serat, serta aktivitas fisik sehari-hari yang sangat sedikit akan menyebabkan terjadinya kelebihan lemak tubuh, terutama timbunan lemak abdomen. Penumpukan lemak abdomen, khususnya lemak visceral merupakan salah satu penyebab meningkatnya angka morbiditas dan mortalitas. Kelebihan lemak tubuh dihubungkan dengan berbagai penyakit kronik dan degeneratif, salah satu nya adalah diabetes mellitus.
Semakin gemuk seseorang, maka ukuran lingkar pinggang dan panggul akan semakin membesar sehingga rasio lingkar pinggang dan panggul (RLPP) meningkat. Ambang batas RLPP untuk pria adalah < 0,9 dan untuk wanita < 0,85. Seseorang yang memiliki RLPP diatas ambang batang normal memiliki resiko lebih tinggi terkena dislipidemia. Manifestasi dislipidaemia adalah tingginya jenis kolesterol total dan tingginya kolesterol LDL serta rendahnya jenis kolesterol HDL.
Sebagai bukti dugaan tentang adanya kaitan antara lemak di dalam rongga perut yang dinyatakan dengan nilai RLPP dengan kadar kolesterol, maka telah dilakukan penelitian di Kota Surabaya. Hasilnya menyebutkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara RLPP dengan kolesterol LDL dan kolesterol total. Artinya, semakin tinggi nilai RLPP atau semakin banyak timbunan lemak di dalam rongga perut akan diikuti dengan tingginya kadar kolesterol LDL dan juga diikuti dengan meningkatnya kolesterol total.

Sumber Referensi:
  1. Pangkahila,  W.  2007.  Anti  Aging  Medicine:  Memperlambat  Penuaan  Meningkatkan Kualitas Hidup. Penerbit buku Kompas. Halaman 94-99.
  2. Popkin, B.M. 2005. Global nutrition dynamics: the world is shifting rapidly toward a diet linked with noncommunicable diseases. American Journal of Clinical Nutrition, Vol. 84, No. 2, 289-298. Available from : http://www.ajcn.org/content/84/2/289.full?sid=c587e903-7369-4a7e-a348-a1c7ed678643. Accessed December 17th , 2012.
  3. Supariasa, dkk. 2002. Penelitian Status Gizi. Jakarta: EGC.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar