Gaya
hidup tak sehat seperti diet tinggi karbohidrat dan lemak jenuh, kurang serat, serta
aktivitas fisik sehari-hari yang sangat sedikit akan menyebabkan terjadinya
kelebihan lemak tubuh, terutama timbunan lemak abdomen. Penumpukan lemak
abdomen, khususnya lemak visceral merupakan salah satu penyebab meningkatnya
angka morbiditas dan mortalitas. Kelebihan lemak tubuh dihubungkan dengan
berbagai penyakit kronik dan degeneratif, salah satu nya adalah diabetes mellitus.
Semakin
gemuk seseorang, maka ukuran lingkar pinggang dan panggul akan semakin membesar
sehingga rasio lingkar pinggang dan panggul (RLPP) meningkat. Ambang batas RLPP
untuk pria adalah < 0,9 dan untuk wanita < 0,85. Seseorang yang memiliki
RLPP diatas ambang batang normal memiliki resiko lebih tinggi terkena
dislipidemia. Manifestasi dislipidaemia adalah
tingginya jenis kolesterol total dan tingginya kolesterol LDL serta rendahnya
jenis kolesterol HDL.
Sebagai bukti dugaan tentang adanya kaitan antara lemak di
dalam rongga perut yang dinyatakan dengan nilai RLPP dengan kadar kolesterol,
maka telah dilakukan penelitian di Kota Surabaya. Hasilnya menyebutkan bahwa
ada hubungan yang bermakna antara RLPP dengan kolesterol LDL dan kolesterol
total. Artinya, semakin tinggi nilai RLPP atau semakin banyak timbunan lemak di
dalam rongga perut akan diikuti dengan tingginya kadar kolesterol LDL dan juga
diikuti dengan meningkatnya kolesterol total.
Sumber Referensi:
- Pangkahila, W. 2007. Anti Aging Medicine: Memperlambat Penuaan Meningkatkan Kualitas Hidup. Penerbit buku Kompas. Halaman 94-99.
- Popkin, B.M. 2005. Global nutrition dynamics: the world is shifting rapidly toward a diet linked with noncommunicable diseases. American Journal of Clinical Nutrition, Vol. 84, No. 2, 289-298. Available from : http://www.ajcn.org/content/84/2/289.full?sid=c587e903-7369-4a7e-a348-a1c7ed678643. Accessed December 17th , 2012.
- Supariasa, dkk. 2002. Penelitian Status Gizi. Jakarta: EGC.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar