Minggu, 14 Agustus 2016

Faktor Resiko yang berhubungan dengan Osteoartritis

Osteoartritis (OA) merupakan penyakit reumatik sendi yang paling banyak dijumpai terutama pada orang-orang diatas 40 tahun di seluruh penjuru dunia. Terjadinya OA berkaitan dengan usia lanjut, terutama pada sendi-sendi tangan dan sendi besar yang menanggung beban dan secara klinis ditandai dengan nyeri dan hambatan gerak. Sendi lutut merupakan sendi penopang berat badan yang sering terkena osteoarthritis.
Kellgren dan Lawrence melaporkan bahwa prevalensi terjadinya OA lutut adalah 40,7% pada perempuan dan 29,8% pada laki-laki dengan usia 55-64 tahun. Berikut adalah beberapa faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian osteoarthritis (OA):
  1. Usia. Peningkatan prevalensi OA sering dijumpai seiring dengan peningkatan usia.
  2. Jenis Kelamin. Perempuan beresiko 3.3 kali menderita OA lutut dibandingkan laki-laki. Hal ini dikarenakan pada wanita yang menopause mengalami penurunan esterogen alami yang berperan dalam meningkatkan resiko OA.
  3. Indeks Masa Tubuh. Obesitas merupakan faktor resiko yang kuat untuk perkembangan OA lutut, dengan kenaikan satu kilogram berat badan. Orang dengan IMT ≥ 25 (obesitas) beresiko 4.308 kali menderita OA lutut dibandingkan dengan orang kurus atau berat badan normal. Hal ini dikarenakan pada orang yang memiliki kelebihan berat badan terdapat beban mekanik yang lebih berat pada lututnya.
  4. Trauma, yaitu patah tulang yang mengenai permukaan sendi.
  5. Pekerjaan yang menimbulkan beban berulang pada sendi.
  6. Riwayat OA pada keluarga.
  7. Densitas (kepadatan) tulang yang rendah.

Sumber Referensi:
  1. Isbagio, H, Setiyohadi, B. 1995. Masalah dan Penanganan Osteoartritis Sendi Lutut. Jakarta: Cermin Dunia Kedokteran No. 104, hlm 8-12
  2. Powellm, A, Teichtahl, AJ, Wluka, AE, Cicuttini, FM. 2005. Obesity: a preventable risk factor for large joint osteoarthtritis which may act trought biomechanical factors. Br J Sports Med vol 39, pp 4-5
  3. Pratiwi, DM. 2009. Faktor Resiko Osteoartritis Lutut di RSU Dr. Soetomo Surabaya. Buletin Penelitian RSU Dr. Soetomo vol 11 No 2 hlm 95-100

Tidak ada komentar:

Posting Komentar